Rabu, Maret 06, 2013

ESAI BAHASA INDONESIA TENTANG BANJIR





                             Ibu Kota di
Hantui Banjir

Banjir adalah bencana alam yang di sebabkan oleh meluapnya air sungai. Akhir-akhir ini masyarakat bukan hanya takut akan tingginya tingkat kriminalitas, bahkan sekarang masyarakat di hantui oleh banjir yang melanda berbagai wilayah contonya Ibu Kota Negara Jakarta. Bagaimana tidak, seperti yang kita tau banjir yang terjadi di Ibu Kota di akibatkan oleh jebolnya berbagai tanggul penahan aliran sungai.
            Masalah ini terjadi karna sudah tuanya usia dari tanggul tersebut, seperti kita ketahui tanah juga dapat menyerap air. Tetapi sebagian besar di Ibu Kota tanah-tanah yang semulanya menjadi penyerap air tetapi saat ini tanah-tanah tersebut sudah tertutupi oleh paping blok yang di pasang sebagai tempat parkir, halaman apartemen pemerintah maupun pribadi.
            Masyarakat Jakarta mengeluh dengan keadaan yang di hadapi saat ini, padahal mereka tidak menyadari bahwa yang terjadi saat ini adalah efek samping yang mereka lakukan selama ini, seperti membuang sampah sembarangan, sehingga tertutupnya saluran-saluran air. Menurut saya, masyarakat Ibu Kota Jakarta, jangan hanya menyalahkan pemerintah tapi harus menyadari dari kesalahan dan mengintropeksi diri, apa bila hal ini berjalan dengan lancar saya yakin kejadian ini tidak akan terulang kembali, paling tidaknya bisa mengurangi bahaya banjir yang menimpa masyarakat Jakarta.
            Begitu juga terjadi di kampung saya, tepatnya di Pasir Pangaraian yang belakangan ini dilanda banjir, banjir disebabkan karena tersumbatnya selokan-selokan karena masyarakat membuang secara sembarangan. Banjir juga dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat menyerang masyarakat seperti: alergi, diare, panu, kudis, dll.
            Selain timbulnya penyakit banjir juga dapat mempengaruhi kegiatan dan merubah struktur masyarakat seperti yang terjadi dikampung saya, seharusnya masyarakat dapat memulai aktivitasnya dipagi hari, karna banjir maka mereka hanya diam dirumah saja mengurusi harta-harta mereka yang hilang diterpa banjir.
            Selain struktur ekonomi, struktur social masyarakat juga ikut berubah, selain memiliki dampak negatife banjir juga mempunyai dampak positif seperti: kemesraan dalam rumah tangga yang biasanya suami pergi kerja pulang malam, sekarang diam saja dirumah bersama istri dan anak-anaknya. Apabila banjir ini terus berlanjut maka, pertumbuhan partilitas semakin meninggi akan menyebabkan kepadatan penduduk.
            Menurut saya, bupati kita yaitu pak Achmad kurang aktif dalam menangani masalah banjir dirokan hulu ini. Karena setiap tahun dirokan hulu khusunya Pasir Pangaraian selalu dilanda banjir. Jadi, seharusnya pemerintah rokan hulu lebih memperhatikan disetiap lini atau wilayah kabupaten rokan hulu baik itu selokannya maupun sungainya agar masalah ini tidak terulang lagi.
            Pemerintah rokan hulu  bukan hanya memperhatikan kesalamatan pegawainya saja tapi juga harus memperhatikan keselamatan masyarakatnya.     

3 Jangan Lupa komentar anda: